Monday, January 02, 2006

Menghibur Klien Tahun Baru

Jelang malam tahun baruan kemarin, gw kembali menjadi penyelenggara tur dadakan keliling London. Klien gw kali ini adalah Erwin dan Elizar dari York serta Doan dari Leeds. Ahay, ternyata kemampuan gw mengadakan tur sudah semerbak sampai ke kota seberang, kekekeke...

Perkenalkan. Erwin yang di sebelah kanan; Elizar di sebelah kiri.



Jum'at siang, Erwin-Elizar sampai di London. Berbekal petunjuk yang cukup, mereka naik bis 73 langsung ke rumah gw. Ternyata ada sedikit kesalahan petunjuk yang diingat Erwin ini. Patokan ke rumah gw kan plang CSV di sebelah kanan, eh tapi, Erwin ngasih tau Elizar, "Cari plang KFC ya!" Dwooh, sampe besok juga gak nyampe dah ke rumah gw, hihihi...

Akhirnya mereka sampai juga dan kita jemput. Agak tersesat sedikit, keterusan sampai menjelang Angel. Biasa, gagap sama bis-bis London yang gak berhenti di setiap halte. Nyampe, laper dong. Untungnya ada Kings Roaster Chicken andalan kita bersama. Tempatnya kecil, ayamnya enak, murah meriah pula. Bayangkan, 8 potong sayap ayam dengan bumbu yang agak spicy plus kentang goreng rada banyak dan satu kaleng Pepsi Cola itu harganya £2,99 saja. Tuh, asik kan. Nyam nyam nyam, lahap dwongs makan di tengah hujan rintik-rintik itu...

Berhubung mereka datang pas gw lagi giat-giatnya ngerjain essay (keluh), maka mekanisme tur agak diubah sedikit. Jum'at malam, mereka dilepas sendirian untuk jalan-jalan ke Central London. Gw cuma ngasih buku Time Out, peta A-Z, dan petunjuk menggunakan tube. Untungnya sistem tube di London persis seperti sistem tube di Tokyo, jadi Erwin gak terlalu kesulitan menggunakan tube. Tujuan pertama: Covent Garden.

Oke, kita lepas lah mereka di Kings Cross. Ati-ati ya. Sip. Tunggu punya tunggu, jam 22 mereka nelfon. Oh, sudah kembali rupanya. Erwin dan Elizar berwajah berseri-seri dan pulang dengan membawa kantong plastik. Haha, beli oleh-oleh rupanya! Dan berkat ketangguhan mereka sebagai turis dadakan dan kecermatan membaca peta, dua anak York itu jalan-jalan sendiri dari Covent Garden, ke Leicester Square, lalu ke Picadilly Circus dan menemukan jalan pulang dengan cara berjalan kaki lewat Grays Inn Road. Widih, jagoan tuh! Gw aja gak pernah lewat jalur itu, hihihi..

Sabtu. Matahari cerah ceria di luar, cocok buat foto-foto. Hihihi, cocok juga buat Erwin dan Elizar yang banci foto abis. Rute tur kali ini adalah menyusuri Thames. Rute ini gw anggap paling tidak berbahaya bagi mereka berdua, karena gw gak bisa nemenin turis-turis itu. Jadilah gw instruksikan mereka untuk jalan ke Angel, naik bis ke arah Tower of London. Nah, dari situ, mereka jalan menyusuri Thames. Banyak tempat yang bisa difoto, sukur-sukur bisa mampir beberapa museum yang gratisan. Apalagi rutenya pun panjang buat jalan kaki, jadi bisa santai-santai aja menikmati pemandangan. Belum lagi, sebelumnya ada kabar kalau tube bakalan mogok tanggal 31 Desember, meski akhirnya gak kejadian.

Jam 4 sore, mereka pulang ke rumah. Mau mandi sebelum berangkat taun baruan. Duile, niat amat sampe pake mandi segala. Padahal paginya mereka juga udah mandi buat menyusuri Thames. Kan gak baik mandi sering-sering di musim dingin ini. Dingin lah hay... Mbak Anta bergabung bersama kami di losmen Paul Robeson ini. Lalu jam 6 sore, kita sama-sama naik bis ke Victoria Station untuk menjemput Doan yang datang dari Leeds. Klien ketiga untuk rombongan ini, kekekek...



Berhubung jalanan macet, baru nyampe Victoria jam 19, Doan udah menanti. Begitu ketemu, tegur sapa dulu dong, trus jalan balik menuju stasiun dan cari makan. Victoria Place Shopping Center ternyata masih buka meski cuma satu dua outlet makanan yang melayani orang. Kita mampir di McDonalds, standar aja lah buat ganjel-ganjel.

Oke, kita pilih dua meja bulat untuk menampung rombongan kami yang berenam itu. Satu per satu kami mulai pesen. Erwin-Elizar duduk semeja karena mereka gak makan, sementara kami ber-4 bergabung di meja seberangnya. Lalu tiba-tiba Doan mengajukan satu pertanyaan kunci.

"Tas gw di mana ya?"

Nah langsung aja semua orang memegang tasnya masing-masing sambil celingukan 'mana tas Doan?' 'emangnya tas Doan warna apa?' 'tadi tas Doan ditaro di mana sih?' Duet maut dari York yang duduknya paling deket sama tas itu gatau sama sekali di mana tas tersebut berada. Kita semua berdiri dan celingukan. Kemudian perempuan Cina di sebelah meja kami bilang,"Are you looking for a bag there?" Iya! "I saw a guy took it about five minutes ago, I thought that was his bag." Dasss, langsung aja tuh tiga laki-laki bergerak mencoba mengejar jejak laki-laki itu. Susah kali ye. Pan Victoria Station itu geda bener dengan pintu terbuka di mana-mana. Huhuhuhu... mana di McD situ gak ada CCTV pula. Anomali tuh, mengingat semua tempat di London, gede dan kecil, dipasangin CCTV...

Setengah jam-an mencari, nyerah lah akhirnya. Apalagi pengumuman bolak balik ngoceh "The center is closed. Please leave the center." Huh, iya iya. Doan pasrah saja lah dengan hilangnya tas tersebut. Isinya baju, kamera digital (wakwaw), dan dua buku perpus (wakwaw lagi). Doan sempet curiga dan nongkrongin seseorang di depan pintu toilet umum. Bukan, bukan mau ditampol, mau ditanya baik-baik ajah, kkekekek... Tapi akhirnya sulit terbukti juga. Yah sudahlah. Kita pasrah saja. Tapi, kok yao pada gak ada yang kepikiran lapor pulisi ya?

Oke, kalau gitu, kita segera switch on moda 'selamat taun baru' aja deh, biar bisa seneng-seneng di malam tahun baru di London. Kita pun jalan dari Victoria Station, menuju Westminster Abey, dan foto-foto di setiap titik yang dianggap penting. Gak penting kita tau atau enggak nama gedung yang jadi latar foto kita, yang penting ya esensi foto-foto itu sendiri, hahaha...



Dari Westminster Abey, kita jalan ke Trafalgar Square, foto-foto lagi, lalu jalan ke Embankment sembari menunggu kembang api. Yoeh, kembang api menawan yang disiapkan oleh Mayor of London di London Eye, Thames. Katanya sih cantik jelita, sehingga bisa dipastikan semua orang bakalan ada di seputaran London Eye itu.



Dari jam 22-an kita udah nongkrong di Embankment. Udah rada rame, tapi kita masih bisa nge-tek satu bagian trotoar untuk tempat duduk-duduk. Sekaligus memastikan pemandangan ke London Eye tidak terhalang.



Tunggu punya tunggu, kok lama ya. Liat jam. Masih jam 22 aja. Dingin ya bo. Oke, jalan-jalan dikit menghilangkan dingin. Cari-carian sama Djatu trus sama Tika-Ucup. Begitu ketemu, okeh, hayo cari kegiatan lain. Oke, foto-foto lagi tanpa meninggalkan tempat. Gw dan Erwin mulai foto-foto gak jelas, sekadar membunuh waktu. Hm, oke. Jam berapa sekarang? Masih jam 23 juga? Hadoh, ngapain lagi ini. Eh iya, gw kan bawa termos flask gw yang baru, berisi lemon tea panas! Oke oke, mari diminum sama-sama. Srrrrrppp, hmm enak. Minuman panas di tengah udara dingin, jelas enak.

Pas menanti kembang api, baru berasa anehnya. Ganjil. Perasaan di Jakarta gw memilih ada di rumah dan menikmati taun baruan di depan televisi atau tidur. Ngeliat kembang api di Ancol? Boro-boro, males lah hay. Tapi di sini? Kenapa juga itu kembang api jadi penting banget yak, hihihi...



Oke akhirnya kita segera menjelang saat-saat count down. London Eye ditaburi sinar warna warni. Kembang api pun mulai disulut. Cihuuuyyy...

Kembang api kelar dalam waktu 15 menit saja. Abis itu kita jalan meninggalkan lokasi Embankment dengan tersendat-sendat, karena smua orang tumpah ruah di jalan dan sama-sama pengen pulang. Yang males cuma ngadepin orang mabok aja, karena orang Inggris demen banget mabok dan tereak-tereak. Huh, berisik. Dikira keren apa? Kita sukses jalan sampai Oxford Street, lalu naik bis yang digratisin setelah pukul 23.45. Tika-Ucup dan Mbak Anta turun di Kings Cross, sisanya lanjut sampai Losmen Paul Robeson dong.

Perut keroncongan. Jam 2 pagi bow. Huhuhuhu. Harap-harap cemas, kami pun menuju Kings Roaster Chicken andalan tersayang. Dan dia buka! Ah, hebatnya. Bapak-bapak India yang setia melayani kami juga masih ada di situ. Dia pasti bangga sama kami, pelanggan-pelanggan barunya yang setia, hihihi... Kami pun beli makanan dan makan di dapur lantai gw.

Selamat taun baru!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home