Saturday, February 11, 2006

Tiga Keriaan, Satu Hari

Aduh senangnya hari ini, bisa berjalan-jalan keluar rumah lagi setelah berhari-hari giat belajar. Kikikikik... tepu banget!

Pokoknya, belajar gak belajar, hari Sabtu itu mesti didedikasikan buat plesir. Malam Minggu malam yang panjang bukan? Hari ini ada tiga agenda penting yang harus dikerjakan: Museum of London, demo kartun di Trafalgar dan Reclaim Love Party di Piccadilly. Fiuh, sibuk. Kekekekek...

Geng plesir ke Museum of London adalah gw, M'Eni dan Rini. Rini lagi bahagia setelah menghabiskan 4 hari di Roma, Italia. Huhuhu, mau dwoongss... Rini tentunya mengimbuhi segala ceritanya dengan penekanan pada kalimat,"Elu harus ke sana, Cit!" Ahhh.. iyaaa.. mauuuu...



Sekarang, mari kita kembali ke agenda keriaan hari ini. Perjalanan ke Museum of London ternyata deket aja. Kita tinggal jalan ke Angel, lalu naik bis 56 yang berhenti tepat di depan tulisan geda Museum of London. Tuh liat aja fotonya. Betapa gw begitu mungil dibandingkan tembok hitam gak keren dengan tulisan geda-geda itu. Hm, atau ini salah angle foto aja ya? Hihihihi... maaci ya Rini sudah memotretku dengan susah payah :D

Ih ini museum keren juga. Asik gitu lho. Huhuhu, andaikata museum di Jakarta segini kerennya, pasti gw bahagia banget. Mana banyak anak kecil pula di Museum of London ini, membuat gw semakin berasa dudududu... kapan bisa ya anak kecil di Jakarta bahagia kalo diajak ke museum, hmmmhhh... Dan tadi di museum, gw pun berlama-lama di satu sudut yang diisi meja-meja, lalu ada kertas-kertas dan pensil serta segerombolan anak-anak. Gw tekun gitu ngedengerin petugas museum ngejelasin ke dua anak kecil soal sepatu jaman London masih rikiplik. Huhuhu, gw juga mau deh kalo ada sesi itu yang bisa gw ikutin, dudududu...

Nah, jam telah menujukkan pukul 12.30. Maklum, kegiatan kita diatur oleh aktivitas perut, maka walhasil jam segitu kita cabut dari museum, mau nyari makan. Hadoh, gak berbudaya banget dah, masa lagi keren-keren di museum trus cabut lantaran kelaparan, huhuhu payaaahhh... Padahal di museum itu, masih jauh dari akhir, karena baru nyampe London di masa medieval alias middle age. Huaduh, mesti balik lagi neh kayaknya.

Sebelum cabut dari museum, tentunya mampir dulu dong ke Museum Shop, hihihi. Di situ eh malah lama lagi. Keterlaluan. Sibuk liat-liat barang, pegang-pegang, dipatut-patut, pikir-pikir beli atau enggak, tapi ya sudahlah. Akhirnya gw cuma beli rautan pensil seharga 75 pence, karena gw gak punya rautan pensil. Idih gile, fungsional banget bow alesan belanja gw hari ini, hihihi...

Dari museum, kita cabut naik bis nomor 11 dari Canon Street, menuju Trafalgar. Itu lho, ada demo soal kartun nabi itu. Ah, gw dateng ke Trafalgar tentu bukan perkara gw mendukung atau tidak mendukung tema demo itu sendiri, tapi semata-mata nyari foto doang. Sumpah, fungsional banget toh?



Dan ternyata gak sia-sia. Idih rame gitu bow di Trafalgar. Tapi ya demonya pada teratur, baik-baik, gak jerit-jerit, apalagi bakar ban. Tertib dah. Plang yang dibawa aja pada seragam semua gitu. Gak ada tuh tulisan tangan dengan spidol di atas karton manila, berukuran font beda-beda lantaran gak ngukur perbandingan antara besar font dengan besar karton, hihihihi. Semuanya seragam. Karton putih dengan tulisan warna biru, itupun hasil olahan komputer. Bukan tulisan tangan.

Di panggung, silih berganti orang pada ngasih orasi. Ya gak tau lah siapa aja mereka-mereka itu. Kadang bahasa Arab, kadang bahasa Inggris. Kalo udah bahasa Arab mah kita wasalam aja, wong kagak ngarti.

Nah karena usus-usus makin butuh kasih sayang, akhirnya kami bergerak ke C&R, resto Melayu andalan terbaru setelah Wong Kei tercinta. Lagi-lagi, dengan tak bosan-bosannya, kami memesan sambal udang dan kangkung belacan. Kali ini plus rendang, karena Rini pingin makan rendang. Yang pasti sih ya, ini janji dari lubuk hati terdalam, kalo ke C&R lagi, maka gw akan memesan menu lain!

Abis makan, Rini pulang, sementara gw dan M'Eni balik lagi ke Trafalgar. Eh ada Mas Israr dan keluarga ternyata. Trus ada Tika-Ucup plus beberapa orang Indonesia lagi yang bertandang ke Trafalgar ini. Hoke lah, kalo udah rame-rame, mau ngapain lagi selain poto-poto? Ya toohhh...

Setelah puas di Trafalgar, kita beralih ke keriaan ketiga di hari Sabtu ini. Geser dikit, ke Piccadilly Circus, ke pelataran yang berisi patung Eros di tengah-tengahnya. Ada Reclaim Love Party!



Widih, suasananya jauh beda dengan di Trafalgar. Di sini penuh orang nyanyi-nyanyi dan joget-joget, meski tempatnya kecil gitu. Orang-orang ini pada dandan aneh-aneh, warna warni, joget-joget di tengah udara dingin ini. Pokoknya gembira ria deh. Namanya juga kegiatan merayakan cinta, gitu sih menurut websitenya, hihihihi... Nah di sini kami bergabung dengan Djatu-Deddy. Idih akhirnya kesampean juga jeng kita jalan bareng, hihihihi...

Setelah puas melihat-lihat dan foto-foto di situ, rombongan pun misah. Tika, Ucup, Deddy dan Djatu bergeser ke Peckham, sementara gw dan Mbak Eni bertandang ke Covent Garden. Udah lama gak ditengokin, takutnya sedih gitu. Eh, ini jadi keriaan keempat dong dalam hari ini! Aaahhh... indahnya dunia! Niatan semula adalah mencari Mountain Warehouse, yang sialnya gak ketemu. Gara-gara Mas Israr neh, jadi penasaran. Masa waktu itu dia nemu tas Karrimor diskon dari £20 jadi £2!! Lah kan sinting! Patut disamperin tuh.

Tapiii karena gak inget ancer-ancer yang dikasih Mas Israr, walhasil gak nemu deh tuh toko. Dan jadinya, kami mampir ke toko-toko standar seperti Next, Gap, Swatch, Zara dan teman-temannya. Ah, mereka-mereka ini emang.. hmmhh.. ngangenin!

Sampai akhirnya kami pegel linu... oh, tulang-tulang ini sudah uzur rupanya. Dan rasanya gak enak kalo membiarkan hari ini semata-mata demi keriaan. Karena kami adalah pelajar, dan denger-denger pelajar itu mestinya belajar.

It's the thought that matters :D

0 Comments:

Post a Comment

<< Home